Dalam versi , bait lagu tersebut diterjemahkan bukan secara literal, tetapi secara kontekstual sebagai: "Aku akan mengikat syal kuningku erat, sebelum mereka mengikat mataku. Setidaknya aku mati dengan warna kebebasan." Ini adalah puisi di tengah pembantaian—sesuatu yang sayang untuk dilewatkan.